Posts

Indonesia : Mendekap Federasi dengan Nyanyian Kesatuan

Image
Sekitar 9 hari yang lalu, saya menonton film tentang Soekarno (saya lupa judul pastinya). Secara keseluruhan saya tidak terlalu tertarik karena serasa kembali membaca buku sejarah tetapi ada satu scene yang membuat saya tercengang karena scene ini tidak pernah ditulis di dalam buku mata pelajaran sejarah yang pernah saya pelajari di sekolah. Scene yang menampilkan keraguan Bung Hatta akan kemampuan negara baru seperti Indonesia dalam mengelolah seluruh wilayah kedaulatannya. Ditambah lagi dengan bacaan dari website Historia  yang menjabarkan bahwa Bung Hatta menolak untuk memasukkan wilayah Papua ke dalam kekuasaan Indonesia karena mengingat bahwa Papua memiliki perbedaan kultural yang begitu jauh dengan wilayah Indonesia lainnya. Bung Hatta khawatir karena memprediksi bahwa suatu saat akan ada kesenjangan sosial di antara sesama warga negara Indonesia terutama di tanah Papua. Lalu Bung Hatta juga pernah mengusulkan bentuk negara Indonesia menjadi Federasi atau serikat ...

Jiwa Lain

Image
Wahai jiwa yang suram Tinggallah sebentar Wahai hati tetaplah bertahan pada kegusaranmu Biarlah rasa amarah itu hidup Karena ketulusan tak memberi apa pun Kita mungkin sedang berperang Menikam ejekan orang Memanah rasa sakit sendiri Aku tak ingin tertawa bila sakit Tak ingin menangis bila bahagia Aku tak mampu memilih topeng kebahagiaan Dunia tak akan mau menerima rengekan anak kecil Barisan doaku seperti anak manja yang merasa Tuhanlah yang berutang padaku Tak bisa kuharapkan yang lebih dari pada ini Tak apa jika berontak Tak apa jika egois Jika mereka boleh Mengapa aku harus menahannya? (DefiSZ)

RA KUTI : PENGKHIANAT LOYALIS (BAGIAN I)

Image
  PELARIAN “Sudah lebih dari seminggu, pasukan Ra Kuti tidak melonggarkan penjagaan di ibukota. Kita tidak mungkin membiarkannya berlama-lama. Rakyat bisa saja tak percaya lagi pada kekuasaan raja.” Bisik seorang prajurit kepada Gajah Mada. Seusai mendengarkan kegelisahaan hati prajuritnya, Gajah Mada kemudian memalingkan wajahnya ke tenda raja yang dikelilingi oleh para penjaga disertai oleh keluar masuknya pelayan tabib membawa ramuan untuk mengobati sakit raja Jayanegara yang kian memburuk. “Tidak disangka inilah harga yang harus dibayar oleh kita kepada para Dharmaputra. Tak layak bagiku untuk menghunuskan pedang kepada pada pendiri kerajaan ini. Suatu makar pula   jika aku tak berhadapan dengan mereka.” Gajah Mada melanjutkan langkahnya menuju Dyah Gitarja yang sedang berkumpul dengan para panglima untuk mengatur strategi merebut kembali ibukota dari Ra Kuti. Tenda Siasat lebih dipenuhi oleh para panglima pria dan seorang gadis yang merupakan adik tiri raja jaya...

COVID-19 : ADA PR BUAT PENDIDIKAN DI TIMUR INDONESIA

Image
  Siapa sangka bahwa virus yang berasal dari Wuhan akhirnya membuka mata dunia terutama beberapa negara yang sudah terbuai dengan istilah negara maju yang disematkan. Ketika pandemic covid-19 menyebar ke seluruh dunia, setiap negara menganjurkan kepada warga negara atau semua orang yang berada di negaranya untuk beraktifitas di rumah saja. Negara-negara Eropa, Amerika dan sebagian Asia sepakat untuk melakukan lockdown dan beberapa diantaranya melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada wilayah zona merah. Tak ada yang dapat mempersiapkan diri mereka tentang apa yang mereka harus lakukan ketika pandemic melanda negara mereka. Dan untungnya beberapa negara dengan sigap memberikan kebijakan agar warga negaranya tak mengalami kerugian secara ekonomi, sosial, psikologi dan lain sebagainya. Teknologi menjadi jalan satu-satunya untuk meminimalisir kerugian yang saya sebutkan tadi. Misalnya dalam pendidikan, agar para siswa tidak mengalami ketertinggalan dalam pelajaran, beberapa sek...

ANTARA TUHAN, ORANG DALAM DAN ILMU

Image
Seharusnya hari ini saya menulis tentang pengaruh covid-19 pada dunia pendidikan di wilayah Indonesia Timur, tetapi karena ada postingan tentang kampus saya dan terdapat komentar yang menurut saya membeberkan sebuah realita yang sedikit anjing ya…. Bagaimana tidak, kalangan muda saat ini terlalu menganggap remeh sebuah ilmu pengetahuan. Dilihatnya kampus sebagai ajang untuk memantapkan diri mereka untuk bekerja. Padahal tidak perlu menunggu lulus dan menjadi sarjana, jika mereka ingin bekerja, cukup berhenti kuliah dan mulai masukkan lamaran pekerjaan ke kantor-kantor atau paling tidak menerapkan cara kuliah sambil kerja. Mereka memberikan beberapa komentar yang mereka yakini sebagai kebenaran yang akurat. Manusia tak lagi memandang ilmu sebagai sesuatu yang berharga melainkan uang. Memang benar manusia membutuhkan uang tetapi jauh daripada itu ada juga membutuhkan ilmu pengetahuan agar diri anda dapat berkembang. Selama saya berkuliah, saya sadar bahwa tempat saya belajar ha...

COVID-19 : "NEWBIE" YANG MENGGEMPARKAN

Image
± 2 bulan, hampir seluruh rakyat Indonesia dihinggapi rasa takut akan virus COVID-19. Semuanya mulai bertindak layaknya orang yang sedang dikejar maut. Seketika semua melupakan hal-hal yang paling penting yakni untuk tidak panik. Pemerintah yang menjadi satu-satunya pengatur pun berulang kali harus melaporkan perkembangan terkini tentang kasus Covid-19. Saya sendiri sudah merasa bosan mendengarkan Covid-19, bagaimana tidak jika setiap kali membuka televisi, membaca e-newspaper, dan mendengar radio hanya covid 19 yang dibahas, tetapi ada yang lebih bosan dan tertekan dengan covid-10 dari pada saya, mereka adalah para pelajar SLTA dan SLTP. Setiap kali mengerjakan tugas online mereka selalu diminta untuk membuat makalah tentang COVID-19 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ternyata covid-19 tidak hanya membawa dampak buruk bagi fisik tetapi juga psikis karena tak ada satu pun ruang yang digunakan untuk membahas hal lain selain Covid-19. Media Massa selalu menyiarkan angka-angka ...

MEDIA MASSA : Lebih dari Sekadar Kebebasan

Image
Ini bermula dari komentar saya terhadap postingan story teman mempertanyakan tentang kebebasan dan media massa. Media massa sesuatu yang saya pelajari selama 4.5 tahun di bangku kuliah. begitu lamanya belajar saya mulai paham bahwa rakyat tak bisa selamanya percaya pada media massa terutama yang berkaitan dengan sosial dan politik. Bisa saja kita mengatakan bahwa kita mempunyai berbagai pilihan media massa sehingga tidak perlu takut jika suatu saat kita digiring oleh media massa terutama dalam pembentukan opini, tetapi jika kita benar-benar jeli dalam melihat setiap isi berita media massa maka kita akan menemukan satu kesamaan diantara pilihan-pilihan tersebut, yakni anda harus mempunyai cara pandang yang sama dengan media yang anda tonton. Jika media massa bilang “sesuatu” itu baik maka anda pun harus meyakini bahwa “sesuatu” itu baik Bukannya saya ingin mengatakan bahwa kita harus berhenti percaya pada media massa, mengingat di masa ini informasi menjadi salah satu kebutuhan p...