Posts

Sumpah Pemuda 1928 : Mereka yang bersumpah mereka yang Terpelajar

Image
  Sumpah pemuda Oktober 1928 Tonggak baru masa depan Mencapai sebuah harapan Didirikannya negara mapan Negara yang mengatur rakyat Menjauhkan kemelaratan Dari tangan-tangan yang gementar Mereka bicara bertanah air satu Berbangsa yang satu Dan berbahasa satu Satu, satu, satu mereka bersepatu Entah dari keluarga yang patuh Atau lahir dari Raja dan Ratu 13 pelopor Sugondo anak Lurah Sartono yang berdarah biru Yamin dari keluarga terpandang Leimena yang berbapak dan beribu guru Tak ada satu pun anak petani Tak ada satu pun anak budak Tak ada anak nelayan Dan tak ada anak penjual kain Mereka yang berpikir Berbicara, Bertindak dan tercatat dalam sejarah Ialah mereka yang berpendidikan Euforia Nasionalisme Sumpah pemuda 1928 Ya, kita hanya membaca, menghafal Dan melupakannya begitu saja Kata mereka di layar kaca Ayo.. Ayo.. Kita lanjutkan Perjuangan pemuda 1928 Alangkah lucunya negeri ini Mereka mengharapkan sesuatu Tetapi tak pernah bertaruh Ingin kem...

TERUS KAPAN TUHAN DIMULIAKAN???

Image
Dua kata ini kembali saya dengar menjelang penerimaan pegawai dan tes masuk angkatan bersenjata Republik Indonesia, orang dalam . Selalu ada harapan dan imbalan pada awal, proses, hingga akhirnya. Sekuat dan sedetil apa pun pemerintah melakukan langkah pencegahan aksi nepotisme ini, selalu saja ada oknum yang lebih upgrade dalam melakukan kecurangan. Seolah-olah sistem itu buta pada tindakan yang tersembunyi dan diredam oleh tembok-tembok rumah warga. Saya tidak tahu bagaimana masyarakat hidup dalam rasa percaya pada suatu individu yang pada akhirnya akan meminta balasan yang jauh lebih besar dari yang pernah dia berikan. Pribadi lepas pribadi adalah kesia-siaan selama 12 – 17 tahun belajar. Keahlian hanyalah embel-embel dari setiap bisikan kecil “ ini orang saya ”. Apa yang ingin dibangun dari negara ini? Kemajuan atau kekerabatan yang membutakan semua rasionalitas pekerjaan. Seorang sarjana pertanian bekerja di dinas komunikasi dan informatika, seorang sarjana ilmu pendidikan bekerja...

PERGI SEGALA SEDIH

Pergi...  Pergilah semua tangis  Jangan menggoda kesepianku  Ketakutan apa yang tersisa  Pada jiwa yang hampa ini?  Apa yang kau cari dari  Tangan penuh kepasrahan ini?  Akulah yang tersisa  Dari semua mimpi yang mengabu  Apa yang ingin kau ambil?  Jika luka ini tetap berdiam padaku  Apakah aku telah mati?  Atau sekadar hilang  Dan menunggu tuk ditemukan  Aku menggantungkan kebahagiaanku  Pada senyum orang lain dan bukan aku  Inilah aku saat ini tanpa tahu apa itu bahagia  Ya, inilah hukuman bagiku  Yang merasa diri sebagai muara kebahagian semestaku

CANTIK ITU MAMA

Image
"Kamu Cantik” Dua kata yang membuat kaum hawa merasa tersanjung ketika mendengarkannya, dan dua kata ini tidak dapat didengarkan oleh hampir sebagian besar ibu, mama, emak, bunda, atau nama yang mewakili sosok seorang wanita yang menjadi tiang rumah tangga. Mungkin karena kecantikan mereka tertutup oleh kerasnya hidup dan pengorbanan demi kenyamanan hidup anak dan suami mereka. Sepanjang saya hidup, saya tak dapat mendefinisikan kata “Cantik” dengan jelas. Lingkungan mengatakan cantik itu harus seperti aktris ternama yang membintangi iklan shampoo, kosmetik, dan e-commerce. Saya juga sering menemui jawaban seperti ini ketika ada pertanyaan “manakah yang lebih cantik ibumu atau aktris korea?” : “Ya iyalah, kalau tidak cantik bagaimana bisa menikah dan melahirkanku?” “Iya tapi cantik mamaku itu beda.” “Cantiklah. Makanya turun ke saya” Jawaban nyeleneh itu justru membuat saya berpikir, mungkin kita melewatkan suatu makna terpenting tentang kecantikan yang dimiliki oleh Ibu. Pernahk...

APLIKASI PINJAMAN ONLINE : KEUNTUNGAN ATAU KEBUNTUNGAN?

Image
  Akhir-akhir ini aplikasi pinjaman online mulai mengalami tren tersendiri, terutama di kalangan kaum milenial. Berbeda dengan pinjaman bank atau pun koperasi yang kadang meminta begitu banyak persyaratan hingga proses pencairan yang membutuhkan waktu berhari-hari, Pinjaman Online justru paling lama membutuhkan waktu 24 jam untuk sampai proses pencairan bahkan ada pula aplikasi pinjaman online tercepat yang membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai pada proses pencairan dana ke rekening peminjam, jika semua persyaratan sudah lengkap seperti KTP-el, Buku Tabungan, Slip gaji/rekening Koran, NPWP dan BPJSTK. Tetapi  bagi kalian yang belum memiliki BPJSTK, NPWP atau slip gaji, tidak perlu khawatir karena masih ada sekitar 5 pinjaman online terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tidak mewajibkan calon peminjamnya untuk melampirkan tiga persyaratan tersebut. Dari sinilah kita bisa melihat keunggulan pinjaman online daripada pinjaman melalui bank. BIAYA ADMINISTRASI Namun, dibalik ...

JADI KRISTEN ITU HIDUPNYA GAMPANG... GAMPANG MAKAN HATI

Image
Pics : www.pixabay.com Akhir-akhir ini saya mulai gemar bermain dengan aplikasi TikTok . Banyak hal yang saya temukan di TikTok seperti, dance challenge , tiktoktaiment(semacam informasi tentang sosial budaya), ladang promosi barang dan jasa, agama, bahkan orientasi seksual. Tetapi saya cenderung menyukai akun-akun yang membahas tentang pandangan agama. Bukan karena saya adalah seorang yang taat beragama, tetapi saya sendiri sedang dalam masa memastikan diri saya, menguji seberapa saya yakin dengan agama (bukan iman) yang diwariskan oleh kedua orang tua saya. Pernah ada seorang TikTokers luar negeri beragama Islam memberikan pertanyaan melalui kontennya "Orang Kristen banyak melanggar hukum Torah/Taurat seperti jangan menduakan Allah (konsep Trinitas), jangan makan babi, jangan membuat patung, berpuasa dan berkurban. Kemudian para wanita tidak menutupi aurat mereka saat beribadah" Intinya orang Kristen sudah banyak melenceng dari ajaran Tuhan Mengenai konsep Trin...

Kata Orang?

Saya marah pada masa lampau Pada setiap keputusan yang didasari pada kebanggaan diri Rasa takut pada fakta "apa kata orang nanti" Hah.... Kata orang? Mereka hanya berkata satu hari Dua hari, tiga hari, empat hari Dan paling lama satu bulan Setelah itu mereka lupa Lalu mencari topik lain yang dianggapnya terbaru Kita mau saja menukar malu sebulan Untuk apa? Untuk menderita seumur hidup? Umur kita tak bertahan lama Tak mungkin sampai setengah abad Lalu maukah kita habiskan untuk hidup Menurut mulut-mulut yang tak tertutup Setiap orang punya mulut untuk bicara Tak ada pilihan lain, selain mendengarnya Kita punya telinga, bukan? Kita punya mulut untuk membela diri Dan mereka punya telinga untuk mendengarkannya. Saya muak pada hidup yang mengatas namakan "apa kata orang"