Posts

PENGANGGURAN MEMBLOGGING

Image
Pengangguran. Istilah ini yang sering disematkan kepada orang-orang yang belum atau tidak bekerja. Kriteria bekerja yang pada umumnya (menurut orang-orang tua) merujuk pada suatu kegiatan yang menghasilkan uang entah itu per jam, per hari, per minggu, atau per bulan (jadi bisa dikatakan, blogger seperti saya masuk dalam kriteria pengangguran karena bekerja tanpa dibayar). Istilah pengangguran menurut gajimu.com adalah angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan yang layak (jika menurut pengertian ini, maka saya bukan pengangguran). Masih menurut gajimu.com , pengangguran dibagi menjadi tiga macam yakni : Pengangguran terbuka, yaitu angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan. Biasanya ini dikarenakan belum ada lapangan pekerjaan atau memang si pencari kerjanya yang malas mencari. Pengangguran terselubung, yaitu pengangguran yang terjadi karena terlalu banyak tenaga kerja untuk satu jenis pekerjaan atau saya...

Insomnia

Image
Masih tengah malam Masih tenang diri ini berdiam Berkali-kali mengundang rasa kantuk Datanglah lebih rajin biar menolak sakit kemarin 1, 2, 3, 4 Rasa kantuk belum merapat 5, 6, 7, 8 Mataku masih belum terlelap 9, 10, 11 Masih terjaga walau sudah beralas Mungkin saya asing dengan siang hari Dan akrab pada kesunyian malam Yang menenangkan diri Dan menyiksa segala daya pikir

SASTRA ANGKATAN ’66 : IDEOLOGI DAN SENI

Image
Sewaktu SMA, tepatnya kelas di XII Bahasa, saya mempelajari tentang periodesasi sastra. Saya begitu tertarik dengan sastra angkatan ’45 dan angkatan ’66, entah mengapa kedua periodesasi sastra tersebut menarik perhatian saya, tetapi dalam mempelajarinya saya tidak menemukan adanya hal menarik selain sastra yang bermakna perjuangan. Saya tak pernah membayangkan bahwa di dalam dunia sastra terdapat perang ideologi terutama di tahun 1955-1966. Sastra Angkatan ’66 cenderung menampilkan sastrawan Taufiq Ismail sebagai pelopornya, dan itu juga diajarkan di kelas Bahasa. Ada pula pengetahuan yang hilang tentang periodisasi sastra di antara tahun 1945 dan 1966, yakni sastra angkatan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), mungkin ini diakibatkan oleh peristiwa G 30 S yang pada akhirnya merambat pada hilangnya beberapa informasi tentang sastra angkatan Lekra. Saya tidak bisa berspekulasi tentang alasan  dihilangkannya informasi tersebut, tetapi yang jelas nama Lekra hilang dari buku pelajar...

JOKER : Mitos Orang Baik yang Tersakiti

Image
FILM JOKER (2019) Film Joker belakangan ini banyak menjadi perbincangan yang beredar di media sosial seperti twitter dan facebook. Film yang mengisahkan tentang kehidupan awal dari musuh utama Batman, banyak mendapatkan pujian karena berhasil menggambarkan seseorang menderita gangguan kejiwaa. Tokoh Joker dengan nama mula-mula Arthur Fleck ini harus bertahan di dalam kehidupan masa kecilnya yang selalu disiksa oleh ayah tirinya. Ditambah lagi dengan kehidupannya setelah dewasa yang harus menerima cemoohan sosial dari orang-orang di sekitarnya. Satu-satunya orang yang membuat dia merasa seperti seorang manusia, hanyalah ibunya sendiri. Arthur Fleck sendiri memiliki beberapa gangguan kejiwaan seperti halusinasi dan masalah tawa patologis, inilah yang menjadi bibit terbentuknya karakter Joker di dalam diri Arthur Fleck selain kehidupannya yang termarjinalkan.. ORANG JAHAT ADALAH ORANG BAIK YANG SELALU TERSAKITI Sejak kecil saya selalu bersimpati pada karakter Protagonis atau pa...

SUNYI

Image
Betapa indahnya sunyi itu Dia menenangkan bagi kepedihan Setiap amarah tak mampu berakar Tangisan tak lagi beralasan Sunyi bukan tentang bunyi yang tersembunyi Sunyi bercerita tentang meniadakan Setiap tawa kepalsuan Tangisan yang menyedihkan Aku tak ingin bersembunyi Aku hanya ingin menghilang Tak ingin mengingat dan diingat Biar tak akan ada kata "Dia pernah ada"

Ijazah itu Penting Kalau....

Image
Kemarin saya mendengarkan sebuah ilustrasi yang diberikan oleh salah satu pimpinan institusi pendidikan di Kota Kupang dalam sebuah acara pelepasan wisudawan. Biar sekadar ilustrasi tapi cukup membuat kita memikirkan ilustrasi tersebut dengan hati-hati. “Ada sebuah ilustrasi. Di sebuah kampus sedang melaksanakan acara wisuda, setelah mewisudakan para mahasiswanya, Rektor dari kampus tersebut menyiapkan sebuah kuali yang berisikan arang membara dan ditaruhnya di tengah-tengah ruang wisuda. Para Wisudawan yang telah memegang ijazah mereka, diminta untuk membuang ijazah tersebut ke dalam kuali yang berisikan arang yang membara. Hal ini dilakukan oleh Rektor sebagai suatu pelajaran bahwa selembar kertas itu tidak berarti selain ilmu yang dimiliki oleh para wisudawan. Kuliah bukan untuk mengejar selembar kertas semata tetapi mengejar ilmu pengetahuan itulah yang terpenting.” Kira-kira seperti itulah ilustrasi yang dijabarkan Saat mendengarkan ilustrasi tersebut, saya langsung t...

MILITER & DIPLOMASI : Tempatmu Bukan Tempat Pelarianku

Image
Sekitar 4 hari yang lalu, saya melihat sebuah artikel yang dibagikan melalui facebook. Judulnya tidak begitu menarik karena hanya berkutat pada perselisihan pendapat antar mahasiswa tentang demo di Jakarta seminggu yang lalu. Hanya saja selayang pandang, mata saya membaca sebuah komentar yang membuat saya “gemes” setengah mati (ingin rasanya aku menonjok di hp ku sendiri). Komentar ini juga membuat saya teringat pada lembaran-lembaran buku 30 Tahun Indonesia Merdeka dan 50 Tahun Indonesia Merdeka (buku ini sebenarnya ingin dibuang oleh pihak sekolah, kemudian diminta oleh mama dan diberikan kepada saya sebagai hadiah ulang tahun). Oh ya saya akan urutkan jalan pemikiran saya supaya tidak amburadul Isi Artikel Artikel itu pada intinya berisi tentang kritikan terhadap seorang mahasiswa yang tidak ikut berdemo tapi aktif menghadiri undangan diskusi di salah satu televisi swasta Indonesia . Herannya si penulis artikel justru menggiring opini publik dengan menggunakan kalimat seo...