Posts

MEDIA MASSA : Lebih dari Sekadar Kebebasan

Image
Ini bermula dari komentar saya terhadap postingan story teman mempertanyakan tentang kebebasan dan media massa. Media massa sesuatu yang saya pelajari selama 4.5 tahun di bangku kuliah. begitu lamanya belajar saya mulai paham bahwa rakyat tak bisa selamanya percaya pada media massa terutama yang berkaitan dengan sosial dan politik. Bisa saja kita mengatakan bahwa kita mempunyai berbagai pilihan media massa sehingga tidak perlu takut jika suatu saat kita digiring oleh media massa terutama dalam pembentukan opini, tetapi jika kita benar-benar jeli dalam melihat setiap isi berita media massa maka kita akan menemukan satu kesamaan diantara pilihan-pilihan tersebut, yakni anda harus mempunyai cara pandang yang sama dengan media yang anda tonton. Jika media massa bilang “sesuatu” itu baik maka anda pun harus meyakini bahwa “sesuatu” itu baik Bukannya saya ingin mengatakan bahwa kita harus berhenti percaya pada media massa, mengingat di masa ini informasi menjadi salah satu kebutuhan p...

Bersenandika

Diriku... Bukan! Jiwaku... Bukan! Siapapun kamu Di dalam aku Semoga kau mau bertahan Jangan menyerah Jangan pula hilang Berikan sedikit waktu padaku 'Tuk pergi ke tempat baru Tanpa kepalsuan Kau bisa menjadi dirimu Dan aku bisa beristirahat Ya, kita terjebak Pada waktu yang salah Dan tempat yang buruk Bertolong-tolonglah kita Hidup ini kita bagi dua Aku yang berperasaan Kau yang berpikir Kita ini satu Di mata mereka Tetapi kita ini dua Dan tak bisa menyatu

Hari yang tak akrab

Aku benci pada malam Yang hadirkan sepi Aku bosan pada waktu Yang bermain di lingkaran Aku pun tak akrab pada pagi Yang membawaku pada pertarungan Jika aku terjebak Maka tak ada lain langkahku Selain melangkah layaknya Abram

Sekadar kata

Terperangkap dalam rangkaian kata dengan makna yang tak dapat menangkapmu Dalam masa lalu Aku tak berharap ini adalah jembatan Tak pula rasa yang berbalas Hanya sejenak mengingatmu Ya... aku kini dan kamu yang lampau

MEDIA MASSA : MODEL REFORMASI RASA ORDE LAMA

Image
Berbicara tentang media massa, pasti diantara kalian selalu mengaitkannya dengan koran, radio dan televisi. Berapa banyak manfaat yang diberikan oleh media-media massa tersebut?  Sajian informasi dari yang bersifat edukatif hingga menghibur, sudah pernah anda dapatkan dari media massa. Tetapi pernahkah anda berpikir, bahwa media massa yang anda gunakan tidak selamanya berisikan informasi yang berimbang terutama yang berhubungan politik?  Media massa seakan-akan bukanlah menjadi corong rakyat kepada pemerintah, tetapi sudah berubah menjadi corong pemerintah atau partai politik kepada rakyat. Opini yang dibentuk juga beragam, tergantung dari partai mana pemilik media tersebut berasal. Semisal, pimpinan media cetak Matahari merupakan kader dari partai Besi, maka seluruh informasi politik yang diberikan hanyalah berupa pujian terhadap partai Besi dan kritikan terhadap lawan politik partai Besi. Maka ini yang akan menjadi pembentuk opini masyarakat bahwa jika Media Cetak sek...

AS vs Iran : Kedaulatan

Image
3 januari 2020, komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani tewas oleh serangan militer Amerika Serikat. Serangan itu menggunakan drone MQ-9 Reaper yang meluncurkan misil Hellfire untuk menghancurkan konvoi mobil Soleimani saat berada di Baghdad.  Tewasnya Soleimani menimbulkan kemarahan hebat dari rakyat Iran. Sebagai wujud kemarahan tersebut, pemerintah Iran menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Irak. Bagi Iran, pembunuhan Mayor Jenderal Soleimani merupakan bentuk pernyataan perang antara Iran dan Amerika Serikat. Irak sendiri, melihat pembunuhan Soleimani di Baghdad sebagai "pelecehan" akan kedaulatan wilayah Irak. Seperti yang kita tahu, setiap negara mempunyai hak atas kedaulatan wilayahnya sendiri, jika ada penggunaan kekuatan militer asing apalagi pembunuhan maka dianggap sebagai pelecehan kedaulatan. Setelah peristiwa serangan 9/11, pemerintah Amerika Serikat menganut prinsip "mencegah lebih baik, ...

"TAK BERDARAH" INDONESIA

Image
Sekitar sebulan yang lalu, sebagian warga Indonesia dikejutkan dengan beredarnya pernyataan penyanyi Agnes Monica atau Agnez Mo, yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai darah Indonesia dan hanya lahir di Indonesia. Pernyataan itu memang sedikit menyakitkan bagi saya (sebelum saya memahami kata-katanya), hingga saya berpikir mungkin Agnez Mo sudah tidak mau disebut sebagai orang Indonesia. Pernyataan Agnez Mo tersebut juga menimbulkan perdebatan yang tersaji di TV Swasta sekelas MetroTV, ada yang menyesalkan pernyataan tersebut dan ada pula yang tak mempermasalahkan pernyataan Agnez Mo, karena menurutnya pernyataan Agnez Mo itu wajar karena perumusan definisi "darah Indonesia" belum sampai pada final. Agnez Mo juga menerangkan pada media di Amerika Serikat bahwa secara etnis dan agama, dia adalah golongan minoritas di Indonesia. Berikut merupakan terjemahan kutipan dialog wawancara Agnez Mo : "Sebenarnya, aku tidak punya darah Indonesia atau apapun itu. Aku...