Sebuah Puisi tentang Rima dan Camar




Pada sekawanan camar

Telah tertinggal yang tercemar

Mungkin tak akan lagi terkejar

Sebab sayap yang patah akan terkapar


Pada ranting-ranting pinus 

Titik hujan bertahan dan menetes

Jatuh menuju lembah tandus

Mungkin di sanalah dia berambus


Jika hilang petang di bibir langit

Apakah malam 'kan makin sengit

Jika Syukur dan harapan serasa terjepit

Apakah kau akan disambut sinar yang pahit

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Raja yang Dilengserkan Menjadi Pahlawan

Selain Indonesia, Negara ini Juga Merayakan 17 Agustus…

Krisis Ekologis dan Pencarian Jawaban Spiritual